23 December 2021

Laura Anna Gaga Muhammad dan Pengkhianatan

By Lia Narulita Agustia

Jika anda ingin membuat suatu pengorbanan demi orang yang anda sayangi, itu karena memang anda yang menginginkannya, bukan karena anda merasa berkewajiban untuk berkorban 

Pada umumnya orang seringkali merasa kesulitan membedakan mana yang sukarela dan mana yang terpaksa, Jadi beginilah cara mengujinya, “jika saya menolak, seperti apakah perubahan yang akan terjadi dalam hubungan kami” ,

Senada dengan ini, tanyakan juga, “Jika pasangan saya menolak sesuatu yang saya ingini, seperti apakah perubahan yang terjadi dalam hubungan kami?”

Jika jawabannya adalah sebuah penolakan yang akan mengakibatkan drama pertengkaran yang dibesar- besarkan atau adanya piring – piring terbang yang pecah, itu pertanda buruknya hubungan anda. Itu menunjukkan hubungan anda “bersyarat”, dilandasi oleh pemikiran dangkal dan keuntungan semata, bukannya saling menerima kekurangan masing – masing.

Si korban, jika dia sungguh mencintai sang penolong, akan mempersilahkan masing – masing menyelesaikan masalahnya dan tidak perlu memperbaikinya, kita hanya bisa support, itulah cinta yang sebenarnya, bertanggung jawab atas masalah sendiri  dan tidak membuat atau bahkan memaksa pasangan bertanggung jawab atasnya

Sebaliknya, adalah keliru jika korban dan penolong, keduanya justru saling memanfaatkan untuk mendapatkan kenikmatan emosional sesaat.

Ini akan menjadi kecanduan yang harus mereka penuhi. Ironisnya, ketika kita mempunyai hubungan dengan orang yang “sehat” secara emosional. mereka biasanya cepat  merasa bosan atau tidak merasakan “greget” dalam berkomunikasi

Karena individu yang sehat secara emosional mempunyai batasan emosi yang aman dan kuat , mereka berani berkata “tidak”, bahkan berani sedikit melukai perasaan orang lain asal jujur dan tentunya hal ini gak menyenangkan buat orang – orang yang hanya mencari kenikmatan sesaat dalam suatu hubungan

Hal yang paling sulit dilakukan di dunia ini adalah membuat diri mereka sendiri bertanggung jawab atas masalah mereka. Sepanjang hidupnya, mereka percaya bahwa orang lain bertanggung jawab atas takdir yang mereka jalani.

Sang Penolong, hal yang paling sulit untuk dilakukan di dunia adalah berhenti bertanggung jawab atas masalah orang lain. Di seluruh hidupnya, sang penolong merasa bernilai dan dicintai hanya karena mereka merasa telah menyelamatkan hidup orang lain

Jadi, jika anda ingin melakukan pengorbanan demi seseorang yang anda sayangi, itu karena anda menginginkannya, jika pasangan anda melakukan pengorbanan, pastikan hal itu bersumber dari hatinya yang terdalam, bukan karena anda memanipulasinya dengan rasa marah atau kecewa

Contohnya begini, anda ingin pasangan anda membayarkan hutang pribadi anda, anda merasa marah jika pasangan anda tidak melakukannya untuk anda, hasilnya pasangan anda akan membayarnya karena takut akan kemarahan anda, its not fair…

Atau seperti ini, pasangan ( pacar ) anda menginginkan “sesuatu” yang lebih dari anda, padahal secara agama dan norma sosial itu terlarang, tetapi pacar anda bersikeras meminta pengorbanan anda, memupuk kepercayaan dan janji palsu yang ia agungkan selama ini, dan anda…secara terpaksa memberikannya karena takut ia marah atau bahkan mengancam anda. Dari kejadian ini, kita bisa menilai bahwa ini bukanlah cinta tanpa syarat, ini adalah cinta karena nafsu dan keuntungan belaka. Dan manusia seperti ini harus kita tinggalkan

Maka, Jadilah Manusia dengan batasan emosi yang kuat, ia tidak takut dimarahi dengan dahsyat, disangkal dengan argumen, atau dilukai dengan tidak adil. ia paham bahwa tidak wajar untuk mengharapkan dua orang saling memenuhi kebutuhan 100 persen yang dimiliki pasangannya,  ia juga paham akan sangat bisa melukai perasaan seseorang demi kebenaran yang ia pegang teguh. Keyakinan bahwa “hubungan yang sehat” bukanlah tentang saling mengendalikan emosi, atau saling berkorban dengan terpaksa, tetapi ini adalah saling mendukung pertumbuhan individu dalam memecahkan masalah mereka sendiri

Ini bukan tentang apa yang dipedulikan pasangan anda, tapi ini tentang memedulikan pasangan anda tanpa peduli apa yang diberikannya. Itu cinta tanpa syarat…arti sayang yang sesungguhnya.

Dalam hidup ini, kita sering menghindari konflik, prioritas kita adalah selalu ingin merasa diri kita senang dan bahagia. Anda harus sepenuhnya sadar, tanpa Konflik, tidak akan pernah ada kepercayaan. Konflik muncul  untuk menunjukkan kepada kita siapa yang ada untuk kita tanpa syarat. Dan siapa yang ada hanya untuk mendapatkan keuntungan semata

Kita harus sadar sepenuhnya, Tidak ada seorangpun yang bisa memercayai seorang yang selalu berkata YA, agar hubungan selalu baik, kedua pihak harus mampu dengan baik berbicara dan mendengar satu sama lain, Jika kedua orang yang berhubungan tidak mampu mengeluarkan unek – unek, hubungan tersebut berdasar pada manipulasi dan salah tafsir dan perlahan itu akan menjadi racun.

Inilah mengapa perselingkuhan sangat bisa menghancurkan. ini bukan soal seks, ini soal kepercayaan yang telah dihancurkan karena seks. Tanpa kepercayaan, hubungan tidak dapat lagi berfungsi. Jadi pilihannya, tinggal membangun kembali kepercayaan atau mengucapkan selamat tinggal. Karena jika hubungan tetap dipertahankan, ia akan menjadi beban, dicurigai bahkan seperti ancaman yang terus menghantui

Kepercayaan seumpama piring atau gucci dari China yang sangat mahal, sekali anda merusaknya, mungkin dengan perhatian dan kasih sayang, anda dapat menyatukan pecahan – pecahannya kembali. Tetapi begitu anda merusaknya kedua kali, kepingannya akan lebih banyak dan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menyatukan pecahan – pecahan itu kembali.

Jika anda memecahkannya lagi dan lagi, pada akhirnya barang itu remuk hingga tak mungkin lagi dipulihkan seperti sedia kala. Terlalu banyak kepingan yang tidak utuh, dan terlalu banyak serpihan.

Emosi inilah yang terjadi pada kasus Laura Anna dan Gaga Muhammad, Laura adalah seorang pecinta yang tulus, ia mengorbankan segala kebutuhannya untuk memenuhi kebutuhan pasangannya, ia adalah penolong, ia merasa bahagia jika dapat memenuhi semua permintaan pasangannya

Ketika kecelakaan itu merenggut kebebasan hidupnya, Laura hidup dalam konflik batinnya, ia hidup menghabiskan waktu membangun kepercayaan yang telah ia percayai selama ini bersama Gaga

Tetapi semenjak kecelakaan itu, Gaga tak berempati dan membantu pemulihan fisik dan mentalnya, kata – kata dan janji manis yang selalu dilontarkan seperti bayangan yang mudah hilang. Rapuh…

Waktu memberi Laura ketangguhan batin bahwa ia tak lagi memiliki kepercayaan terhadap cintanya yang tanpa syarat , batinnya telah remuk dan ia memutuskan untuk menggugat mantan pasangannya, Gaga ke pengadilan.

Ini adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan, kepercayaan yang dibangun atas ketulusan salah satu pihak, tetapi pihak lain tak lagi memiliki nilai moral dan merusak kepercayaan itu menjadi berkeping – keping dan sulit untuk dibangun kembali

Laura bukanlah sosok pendendam, ia tak menginginkan kelumpuhan yang sama terhadap pasangan pengkhianatnya, sama sekali tak ada balasan, sama sekali tak ada dendam , yang terjadi kemarin adalah cintanya yang tanpa syarat

Dan ia telah berjuang dalam konfliknya untuk mendapatkan kembali kepercayaan itu, kepercayaan dari Gaga bahwa ia ( Laura ) tak pantas diperlakukan seperti ini, ia tak pantas sendiri dalam kemalangannya, ia berhak mendapatkan kepercayaannya kembali.

Dan Ia harus memberitahu ke seluruh pelosok dunia  kalau ia telah menjelma menjadi wanita yang hebat, tangguh , berdiri diatas semua keputusannya dan yang terpenting ia adalah manusia yang bertanggung jawab meyelesaikan masalahnya sendiri tanpa menyalahkan orang lain atas takdirnya. Laura, you were the angel

Laura dan Gaga adalah contoh manipulasi kepercayaan, contoh konflik dan pengkhianatan. Atas dasar apapun, Gaga dipastikan adalah manusia pengecut yang selalu lari dari konfliknya, yang tak pernah bertanya kepada dirinya sendiri nilai dan perbuatan nya yang merugikan pasangannya, yang tak pernah bertanya tentang janji – janji manis yang diucapkannya sehingga membuat orang lain membangun kepercayaannya yang palsu

Gaga adalah sosok yang merasa istimewa, atau merasa diistimewakan, ia lupa hidup bagaikan berkaca, ia akan memantulkan segala perbuatan kita, baik dan buruk tindakan kita—-semua sesuai seperti terlihat di kaca . Memantul….

Dan yang lebih menakutkan ia ( Gaga ) lupa bahwa ia hanya sebutir debu yang tak bernilai di luasnya planet ini, ia lupa dunia tidak akan merasa kehilangan karena berita kematiannya, dunia tidak pernah berbeda begitu ia tiada. Dan dunia akan lebih bahagia ketika para pecundang mulai tumbang satu – persatu.

Konflik mereka selayaknya bisa kita jadikan pelajaran berharga bahwa anda harus memilih secara baik dan tegas kepada siapa anda harus berbagi cinta tanpa syarat, kepada siapa anda bangun kepercayaan bersama—-dan selayaknya kita belajar untuk mulai menguji pasangan kita tentang  pengorbanan serta penolakannya dan apa yang akan terjadi sesudah itu….

Selamat Tinggal Laura Anna….Kau mengajarkan tentang indahnya cinta tanpa syarat….dan sayangnya, Gaga bukanlah manusia yang tepat untuk menerima semua cintamu

Keep Rest In Peace, We love you

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping cart
There are no products in the cart!
Continue shopping
0
X
Call Now ButtonCALL ME NOW FOR MORE INFO