22 December 2021

Momen Hari Ibu dan Sejarah Kelamnya

WANITA ADALAH MAKHLUK MULIA

By Lia Narulita Agustia

Rasulullah SAW bersabda, penyataan yang timbul  dari pertanyaan seorang sahabat. “Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini.” Rasul menjawab, “Ibumu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab, “Ibumu.” “Kemudian lagi, ya Rasul,” tanya orang itu. “Rasul menjawab, “Ibumu.” Lalu, sahabat bertanya lagi; “Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?” “Bapakmu,” jawab Rasulullah.

Ibu atau wanita mempunyai 3 tingkatan lebih tinggi atau mulia di mata Allah, karenanya ia pantas diperlakukan dengan sangat baik dan dimuliakan.

Datangnya Islam merupakan penyelamat dan pencerahan bagi kemerdekaan kaum perempuan dan
memandangnya sejajar dengan kaum laki-laki, Islam memberikan hak yang penuh dalam semua aspek kehidupan bagi kaum perempuan. Kaum wanita (perempuan) dengan rahmat Allah SWT dan dibawah risalah Islam dikembalikan pada kedudukannya yang mulia sebagai panglima keadilan dan pelindung Islam.

Sebelum hadirnya ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW telah banyak peradaban-peradaban besar yang lahir dan berkembang di dunia, seperti Yunani, Romawi, India, Cina Mesir dan lain-lain.

Disamping itu juga dikenal adanya agama-agama besar seperti Yahudi, Nasrani, Budha, Zoroaster dan lain-lain. Akan tetapi pada semua peradaban dan agama tersebut tidak terlihat adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kaum perempuan.

Hak-hak perempuan jarang dibicarakan dan cenderung diabaikan, kehidupan kaum perempuan di berbagai peradaban besar tersebut sungguh sangat menyedihkan

 

Masa Yunani Kuno

Kaum Wanita hanya diberikan 3 pilhan hidup, yaitu

  • Menjadi pelacur  yang semata bertugas sebagai pemuas nafsu laki-laki
  • Menjadi Selir yang tugasnya adalah merawat tubuh dan kesehatan
    tuannya, seperti memijat, melayani semua kebutuhan tuannya
  • Untuk Para isteri hanya bertugas merawat dan mendidik anak-anak sama
    seperti apa yang dilakukan oleh para pengasuh anak atau baby
    sitter dewasa ini, tanpa diperhatikan hak – haknya sebagai wanita

 

Masa Romawi

Para suami atau laki – laki mengambil hak – hak seorang istri bahkan berhak menjatuhi hukuman mati untuk istrinya, Isteri tidak lebih sebagai sekedar barang pajangan dalam rumah tangganya. Apabila suaminya meninggal,maka semua anak laki-lakinya (baik kandung maupun tiri), terutama saudara laki-lakinya berhak atas dirinya. (Said Abdullah, 1994 : 6).

 

Di India

Seorang isteri di India terbiasa memanggil suaminya dengan ”Yang Mulia”, atau bahkan Tuhan, Seorang wanita India dijadikan permainan nafsu kebinatangan belaka, masyarakat India memandang hubungan seks antara seorang laki-laki dan wanita sebagai sesuatu yang menjijikkan dan zalim dengan tidak memandang sah atau tidaknya hubungan tersebut. (Abul A’la Al-Maududi, 1994 : 4)

 

Masyarakat Yahudi

Wanita tidak mendapatkan warisan apapun dari orang tuanya, bila ia masih memiliki saudara laki-laki. Ayahnya berhak untuk menjual dirinya jika telah menginjak dewasa.Apabila seorang wanita memutuskan untuk menikah, maka semua miliknya menjadi milik suaminya. Seorang suami memiliki hak penuh atas milik istri selama mereka terikat dalam ikatan pernikahan. Jika ia menemukan suaminya di tempat tidur bersama wanita lain, maka dia harus tetap diam dan tidak boleh mengeluh. Hal ini disebabkan suami mempunyai hak penuh atas dirinya, suami dapat berbuat sesuka hatinya

 

Masyarakat Kristen

Salah satu serangan besar terhadap wanita dikemukakan oleh TETRULIAN : “Tahukah engkau wahai wanita? Bahwa tiap darimu adalah hawa! Keputusan Tuhan adalah selama jenis mu ada,
maka setiap kesalahan akan tetap hidup. Kamu adalah pintu gerbang setan; kamulah yang membuka jalan memuja pohon terlarang; kamulah yang pertama melanggar hukum Tuhan; kamulah yang
merayu Adam dst”. Gereja tidak hanya merendahkan kedudukan wanita, tetapi juga merampas hak-hak hukum yang sebelumnya telah dinikmati wanita”. (Said Abdullah, 1994 : 12)

Pandangan Kristen tentang wanita; hasil dari konferensi agama Kristen pada abad ke-5 merumuskan bahwa wanita itu tidaklah mempunyai jiwa dan kediamannya adalah di neraka. Hanya ada satu kekecualian yaitu terhadap Maryam; ibunda Isa Almasih. Seabad kemudian, konferensi yang lain digelar dengan mengambil topik bahasan hakikat wanita, apakah dia itu manusia atau bukan. Mereka akhirnya sampai pada satu titik kesimpulan bahwa wanita adalah manusia. Wanita diciptakan sebagai pelayan dan untuk keuntungan kaum laki-laki. (Said Abdullah, 1994 : 15).

 

Masyarakat Arab

Tepatnya di Kota Mekkah, ajaran islam lahir.  Fenomena yang sangat rendah dan hina terjadi di kehidupan jahiliyah, anak – anak perempuan dikubur hidup – hidup ketika lahir. Perempuan pada masa jahiliyah tersebut berada pada tingkat yang paling rendah. Mereka menjadi symbol keterbelakangan dan kehinaan. Mereka hidup bagaikan sampah dan kotoran, Seorang suami memiliki hak untuk menikahi perempuan manapun tanpa batasan dan keterikatan apapun, sedangkan si perempuan dihalang-halangi dan dilarang untuk menikah, apabila sang suami telah meninggal dunia atau dia diceraikan, sehingga dia takkan pernah menikah lagi selamanya. (Imarah Muhammad, 2005 : 7). Demikianlah masyarakat jahiliyah dalam melecehkan kaum wanita.

 

Kehidupan wanita ketika islam datang

Berbeda dengan peradaban-peradaban dan agama-agama besar lain yang pernah lahir. Di dunia Islam, ia memberikan perhatian yang besar terhadap kaum wanita dari segi-segi kehidupan mereka. Dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah SAW, tidak sulit kita membuktikan betapa ajaran Islam benar-benar memperhatikan persoalan perempuan dan menempatkan mereka pada tempat yang terhormat. Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan nilai kemanusiaan antara lelaki dan perempuan.

Firman Allah dalam surat An-Nisa 4 ayat 1 yang artinya :Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri ( Adam ), dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak”.

Hakikat kemanusiaan laki-laki dan perempuan adalah sama. Laki-laki dikaruniai pikiran dan hati, begitu pula dengan perempuan. Tidak ada keterangan satu ayatpun yang menyatakan bahwa perempuan itu berjiwa separuh dari laki-laki.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Allah dalam surat Al-A’raf ayat 189 yang artinya, “Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu ( Adam) dan darinya, Ia menciptakan pasangannya, agar ia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya ( istrinya) mengandung dengan kandungan yang ringan dan teruslah ia merasa ringan ( beberapa waktu ), kemudian ketika dia merasa berat, kedua suami istri bermohon kepada Allah, Tuhan mereka, “Jika engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan sangat bersyukur.”

Dan surat Az-zumar 39 ayat 6, yang artinya Dia menciptakan kamu dari diri yang satu ( Adam ) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya, dan Dia turunkan 8 pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam 3 kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu. Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan? “

Mengenai kisah keluarnya Nabi Adam As. Dari Surga, Islam tidak menyalahkan satu pihak saja yaitu Siti Hawa, tetapi kesalahan ditujukan kepada keduanya (Adam dan Hawa). Hal ini seperti yang tertuang dalam Al-Quran surat Al-Baqarah 2 ayat 36: ”Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari syurga itu dan keduanya dikeluarkan dari keadaan semula”. 

Bahkan kesalahan itu Al-Quran menghubungkannya kepada Nabi Adam saja, seperti yang disebutkan dalam surat Thaha 20 ayat 121 : ”Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada) di syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan, maka sesatlah ia”.

Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa kesalahan melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah khuldi ( istilah ) tidaklah dibebankan hanya kepada Hawa saja tetapi juga kepada Nabi Adam
As.

Yang dimaksud dengan ”durhaka” pada ayat tersebut ialah melanggar larangan Allah karena lupa dengan tidak sengaja sedangkan yang dimaksud dengan ”sesat” ialah mengikuti apa yang
dibisikkan syaitan.

Kesalahan Nabi Adam As. Meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam As. Menurut ajaran Islam, wanita tidak dikutuk atas kesalahan pertama adam dan hawa, dalam islampun, tidak ada dosa warisan.

Selanjutnya marilah kita teliti bagaimana Islam memberi kesempatan dan kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam mencapai kemuliaan di sisi Allah.

Dalam hal tersebut Allah berfirman pada Surah Al-Ahzab 33 ayat 35: ”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar-benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki – laki dan perempuan yang bersedekah, yang berpuasa, yang memelihara kehormatannya, dan yang banyak menyebut (nama) Allah , Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. .

Dan masih banyak lagi ayat di Alqur’an tentang kemuliaan wanita, seperti  Surat Ali Imran ayat 195, “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya ( dengan berfirman ), ” sesungguhnya AKU tidak menyia- nyiakan amal orang yang beramal diantara kamu, baik laki – laki maupun perempuan. Karena sebagian kamu adalah keturunan sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKU, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan AKU hapus kesalahan mereka dan pasti akan AKU masukkan ke dalam syurga – syurga yang di dalamnya mengalir sungai – sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.

An-Nisa 2 ayat 124, “ Dan  barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki- laki dan perempuan sedang ia beriman, maka mereka itu akan masuk kedalam syurga dan mereka tidak akan dizalimi sedikitpun”

At-Taubah 9 71-72,  ” Dan orang – orang yang beriman, laki – laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat yang ma’ruf ( baik ) dan mencegah perbuatan mungkar ( jahat ), melaksanakan sholat, menunaikan zakat, taat kepada Allah dan rasulNYA, mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah maha perkasa, maha bijaksana

“Allah menjanjikan kepada orang – orang mukmin laki- laki dan perempuan ( akan mendapat) syurga yang mengalir di bawahnya sungai – sungai, mereka kekal di dalamnya. dan mendapat tempat terbaik di syurga Adn, dan keridhaan Allah lebih besar, itulah kemenangan yang agung”

Dan masih banyak lagi ayat Alqur’an yang sangat memuliakan wanita, sebagai contoh

Kedudukan Perempuan Dalam Rumah Tangga

Dalam Islam, suami dan istri masing-masing mempunyai hak dan kewajiban. Sebagai seorang istri,
seorang perempuan menurut Islam berhak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, penghargaan dan nafkah lahir batin dari suaminya.

Dalam beberapa hadis Rasul SAW, disebutkan bagaimana seharusnya sikap seorang suami yang baik terhadap istrinya. Hal ini digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:”Orang yang terbaik diantara kamu ialah siapa yang terbaik terhadap keluarganya. Aku adalah yang terbaik kepada keluargaku”. (H.R. IbnuMajah). 

Dalam hadis lain Rasul SAW bersabda : ”Orang yang paling sempurna imannya ialah orang yang terbaik budi pekertinya, dan sebaik-baik kalian adalah orang yang berlaku baik kepada isterinya” (H.R. Ibnu Asakir dari Ali r.a, Ahmad dan Tirmidzi).

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa pernah beberapa orang perempuan datang kepada Ummahat Al-Mukminin (istri Nabi SAW) untuk mengadukan bahwa suami mereka telah memukul mereka.
Rasulullah SAW lantas bersabda ”Suami-suami semacam itu bukanlah yang terbaik bagi kalian” orang yang beriman  tidak boleh membenci istrinya, jika ia tidak suka pada salah satu perangainya,tentu ada salah satu perangai yang  ia sukai”. (H.R. Muslim).

Selanjutnya, seorang suami diminta untuk lebih sabar dan tidak cepat marah, karena wanita lebih emosional, maka laki-laki diminta untuk lebih bersikap rasional. Dia harus bergaul dengan istrinya dan menghargai perasaannya, suami harus menjaga milik pribadi istrinya dan dia tidak boleh menghabiskan walau satu sen pun dengan tanpa persetujuan istri.

Islam mengakui sepenuhnya hak-hak perempuan dalam pemilikan atas uang, perumahan atau lainnya. Hal ini tidak akan berubah karena dia belum atau sudah menikah, apakah dia mendapat
pemilikan tersebut sebelum atau sesudah menikah.

Wanita mempunya hak penuh atas barang miliknya, apakah dia menjual,membeli atau yang lainnya. Islam memberikan hak kepada wanita untuk menerima waris sejak 1400 tahun yang lalu. Dia mempunyaihak penuh atas bagiannya dalam hak waris, dan bagiannya itu mutlakmiliknya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Surat AnNisa ayat 7 : ”Bagi orang laki-laki ada hak / bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan”. 

Begitu indah Islam menempatkan kita sebagai wanita, makhluk yang dimuliakan Allah, tetapi jaman pun terus berubah, walaupun Allah , Tuhan kita sudah mengangkat derajat wanita di level paling mulia, masih ada saja sebagian besar wanita yang mempermalukan dirinya sendiri, menghinakan dirinya menjadi wanita penghibur, dulu wanita dijual oleh keluarganya atau orang lain tetapi sekarang mereka berani menjual dirinya sendiri, membuat slogan slogan yang mengarah ke nafsu birahi laki – laki seperti HARI TANPA BRA yang diperingati setiap tanggal 13 oktober dengan dalih untuk kesehatan atau untuk penyintas kanker payudara , kalau kita lebih wise , tetap ada cara yang lebih baik dan tentunya bagi sebagian wanita, hal ini seringkali di selewengkan dengan memamerkan payudara di tempat umum.

HARI PEREMPUAN SEDUNIA ( 8 Maret ) yang dirayakan perempuan – perempuan dengan bertelanjang bulat, sungguh moral yang sudah rusak.

HARI TELANJANG BERKEBUN (World Naked Gardening Day ) yang telah diadakan sejak tahun 2005 ini, dianggap sebagai gerakan menyenangkan yang dirancang untuk merayakan tubuh manusia dan alam.

HARI BUGIL SEDUNIA, penyelanggara berharap Festival Bugil ini mampu mengenyahkan stigma masyarakat soal ketelanjangan. Ketika semua orang memperlihatkan diri seutuhnya dan tak menghakimi penampilan orang lain. Alasan yang sangat tidak masuk akal !!!

 

Tuhan kita sangat menjaga kehormatan kita, tetapi kita merusaknya dengan dalih yang tidak bermoral dan tidak masuk akal. Well, kitapun seharusnya malu dengan kemuliaan yang dikhianati dengan hawa nafsu dan ego kita

Seharusnya momen hari ibu menjadi kilas balik kehidupan kita, menghargai setiap peluh dan tangis segala perjuangan ibu – ibu dan wanita – wanita di zaman kegelapan untuk meraih kehormatannya dengan pengorbanan nyawanya, dan kita telah merusaknya dengan alasan kebebasan hak asasi manusia. Dan itu melampaui batas…

Selamat Hari Ibu…Karena Syurga Allah berada di kedua telapak kakinya….

 

 

 

Its time to give away

Di momen hari ibu ini, Global Manekin Official mau bagi – bagi paket usaha gratis, terutama bagi para ibu sang pejuang hebat yang baru mau mulai bisnis ataupun yang sudah memiliki bisnis

Caranya: 

 📣 Like postingan kami di IG

📣Wajib follow IG manekin.murah

📣Follow shopee: manekinmurah, globalmannequin,globalhangers

📣Repost postingan di IG di feeds kamu dan tag @manekin.murah ke 5 teman kamu

📌 Tidak boleh menggunakan akun fake dan akun tidak boleh diprivate

Give away ditutup pada tanggal 25 Desember jam 12 malam dan pemenang akan diumumkan tanggal 27 desember

Pemenang akan kami hubungi via chat yaa

Thank youu, semoga kamu beruntung ya

Instagram manekin.murah

Admin Sinta yang maniz dan super sabar

Admin Maura yang ramah dan menggemaskan

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping cart
There are no products in the cart!
Continue shopping
0
X
Call Now ButtonCALL ME NOW FOR MORE INFO