SEJARAH MANEKIN

Leave a comment Standard

Manekin (Mannequins) sering juga disebut dress form sebenarnya sudah ada selama ribuan tahun silam. Manekin adalah boneka yang sering digunakan oleh seniman, penjahit, window dressers dan lain-lain terutama untuk menampilkan busana. Istilah ini juga digunakan untuk boneka seukuran dengan saluran udara simulasi yang digunakan dalam pengajaran pertolongan pertama, CPR, dan keterampilan manajemen jalan nafas canggih seperti intubasi trakea dan figur manusia yang digunakan dalam simulasi komputer untuk model perilaku tubuh manusia. Selama tahun 1950, boneka yang digunakan dalam uji coba nuklir untuk membantu menunjukkan efek dari senjata nuklir pada manusia. Mannequin berasal dari manekin kata Perancis, yang telah memperoleh arti “model bersendi seorang artis”, berasal dari kata Belanda Tengah manneken, yang berarti “pria kecil, patung”.

Dahulu Raja dan Ratu sangat peduli dengan penampilan mereka, misalnya firaun, mereka memiliki dress form dengan ukuran atau dimensi tubuh mereka. Para penjahit akan menggunakan dress foam untuk menampilkan dan membuat pakaian sehingga menghindari rasa malu ketika para raja dan ratu melakukan fitting.

Bentuk manekin selalu berevolusi dari waktu ke waktu sampai sebelum revolusi industri tidak diketahui karena tak banyak catatan tertulis dan contohnya. Manekin dari anyaman tercipta sekitar akhir tahun 1700-an. Tahun 1835 tercipta manekin dari kawat berbingkai, namun manekin masih belum digunakan untuk tampilan di toko. Saat penemuan piring kaca, lampu filamen dan mesin jahit yang terbuat dari katalis, barulah manekin mulai di pajang di toko.

Manekin toko berasal dari bentuk dress yang digunakan oleh rumah mode untuk pembuatan busana. Penggunaan manekin berasal dari abad ke-15, ketika “manekin milliners” berbentuk miniatur yang digunakan untuk menunjukkan mode bagi pelanggan. Untuk skala penuh, manekin anyaman mulai digunakan pada pertengahan abad ke-18.

Pada tahun 1880-an kaca jendela mulai dipasang di perusahaan ritel dan lampu jalan mulai muncul. Peningkatan mesin jahit diaktifkan dan busana ready to wear akan dibuat dalam jumlah besar. Revolusi industri juga menciptakan kelas menengah untuk membelanjakan uangnya pada berbagai busana yang sebelumnya hanya tersedia untuk para raja dan bangsawan. Toko ritel lebih terbuka dan pemilik toko membutuhkan manekin untuk menampilkan mode terbaru.

Manekin fashion pertama, terbuat dari bubur kertas, dibuat di Perancis pada pertengahan abad ke-19. Manekin kemudian terbuat dari lilin untuk menghasilkan penampilan yang lebih hidup. Pada tahun 1920 , lilin digantikan oleh komposit yang lebih tahan lama dibuat dengan plester. Manekin modern terbuat dari berbagai bahan, yang utama adalah fiberglass dan plastik. Manekin fiberglass biasanya lebih mahal daripada yang plastik, yang cenderung tidak tahan lama, tetapi secara signifikan lebih mengesankan dan realistis.

Tahun 1930-an dan Lester Gaba menciptakan manekin yang lebih realis. Lester Gaba adalah pematung sabun di New York dan diminta oleh sebuah department store untuk menghasilkan beberapa manekin dalam bahan yang lebih stabil dengan detail dan kualitas yang baik. Dia menciptakan enam spesimen menakjubkan dari plester yang dikenal sebagai “Gaba Girls”.

Munculnya department store dengan jendela yang besar, diciptakanlah manekin terbaru agar dapat dikagumi oleh orang banyak. Manekin perlahan-lahan berkembang dari sekedar prop sederhana untuk menampilkan barang dagangan menuju bentuk yang lebih realistis. Manekin dengan kaca mata , rambut dan ekspresi wajah mulai muncul. Manekin digunakan terutama oleh toko ritel seperti di display pada toko atau dekorasi jendela. Namun, banyak penjual online juga menggunakan manekin untuk menampilkan produk untuk foto produk (jika tidak menggunakan model hidup).

 

Ternyata manekin memiliki sejarah yang begitu panjang ya. Semoga bermanfaat.

jangan lewatkan diskon menarik di website kita 🙂

Leave a Reply